Senin, 09 April 2018

STRUKTUR ORGANISASI PENGELOLA PROYEK


STRUKTUR ORGANISASI PENGELOLA PROYEK

A.    Pendahuluan
Organisasi merupakan kumpulan orang atau kelompok yang berkoordinasi pada aktivitas kerjasama untuk mencapai suatu tujuan tertentu.
Organisasi sebagai sarana dalam pencapaian tujuan untuk mengatur dan mengorganisasi sumber daya, tenaga kerja, material, peralatan, dan modal.Secara efektif dan efisien dengan menerapkan sistem manajemen sesuai kebutuhan proyek.

Organisasi proyek konstruksi merupakan sarana yang memungkinkan orang bekerja dalam proyek konstruksi secara efektif dan terkoordinir untuk mencapai suatu tujuan yang telah disepakati bersama dengan memanfaatkan sumber daya semaksimal mungkin.

B.     Syarat,Fungsi dan Kegunaan Organisasi Proyek
Ø Syarat :
·     Memiliki visi dan misi.
·     Keselarasan/kesepakatan tujuan.
·     Memiliki struktuk jabatan.
·     Memiliki struktur pembagian tugas.
Ø Fungsi :
·     Sebagai sarana, tempat tim bekerja.
·     Pengatur pusat tentang pekerjaan dilaksanakan.
·     Pusat pembagian pekerjaan.
·     Pusat pembagian wewenang & kerjasama.
Ø Kegunaan :
·     Memberi gambaran pembagian tugas dan tanggungjawab kepada setiap individu.
·     Menetapkan sekelompok individu menjadi bagian organisasi yang utuh.
·     Menetapkan sistem hubungan hingga tercapai komunikasi, koordinasi dan interaksi kegiatan organisasi.

C.   Penyusunan Struktur Organisasi
·     Berdasarkan Produk
Perusahaan membagi organisasinya berdasarkan jenis produk yang dihasilkan. Contoh : perusahaan General membentuk divisi General Motor, General Food, dan General elektrik.
·     Berdasarkan Lokasi
Perusahaan membagi organisasinya berdasarkan wilayah produksi atau wilayah pemasaran.
·     Berdasar Proses
Perusahaan membagi organisasi berdasarkan proses produksi.
Contoh : departemen pengecoran, pengelasan dan finishing.
·     Berdasarkan Pelelangan.
Perusahaan membagi organisasi berdasarkan karakteristik pelanggan.
·     Berdasarkan Fungsi.
Perusahaan membagi organisasi berdasarkan fungsi-fungsi yang diperlukan dalam organisasi seperti pemasaran, produksi, keuangan dll.

D.    Bentuk Struktur Organisasi
·     Struktur organisasi garis
adalah suatu bentuk organisasi yang didalamnya merupakan garis wewenang yang saling menghubungkan langsung sacara vertikal antara pimpinan dan bawahan. Pada organisasi ini garis bersama dari kekuasaan dan tanggung jawab yang bercabang pada setiap tingkat pimpinan mulai dari tingkat yang teratas sampai tingkat yang terbawah. Dalam organisasi ini seseorang atau bawahan hanya bertanggung jawab kepada satu orang atasan saja.
·     Struktur organisasi garis & staf
adalah memberikan perintah hanyalah pimpinan, sedang staf hanyalah sebagai pembantu pimpinan dengan tugas perncanaan, memberikan nasihat dan lain-lain yang serupa dengan itu. Tetapi di dalam organisasi yang besar yang mempunyai ruang lingkup tugas yang luas, beraneka ragam dan kompleks, tidak mungkin lagi bagi seseorang pimpinan mendeglasikan beberapa wewenangnya kepada staf sesuai dengan bidang masing-masing. Dalam hal yang demikian staf menandatangani keputusan, perintah, instruksi dan lain-lain atas nama pimpinan.
·     Struktur organisasi matriks
adalah struktur organisasi yang memadukan garis wewenang vertikal dan horizontal . Struktur matriks terjadi ketika pembentukan departemen prouk di tindihkan pada organisasi yang membentuk departemennya dilakukan seecara fungsional.

·     Organisasi Komite
adalah bentuk organisasi di mana tugas kepemimpinan dan tugas tertentu dilaksanakan secara kolektif oleh sekelompok pejabat, yang berupa komite atau dewan atau board dengan pluralistic manajemen.Terdiri dari :
1.    Executive Committe (Pimpinan komite)
 Yaitu para anggotanya mempunayi wewenang ini.
2.  Staff Committee
 Yaitu orang-orang yang hanya mempunyai wewenang staf.
·     Organisasi Tradisional
Dalam bentuk ini seorang manajer umum memiliki semua fungsi yang diperlukan untuk memberikan produk atau jasa. Kelompok-kelompok kegiatan yang dipimpin oleh departemen atau divisi manajemen. Setiap departemen dapat mempertahankan tingkat tinggi keahlian teknis dan fokus.
·     Organisasi Swakelola
adalah sekumpulan engineers yang menjalankan sistem pelaksanaan proyek tanpa membawa badan hukum sendiri karena menggunakan badan hukum pemilik bangunan. Ini artinya sama dengan tim swakelola adalah staf proyek dari owner bangunan. Tim swakelola berbeda dengan kontraktor yang membawa badan hukum sendiri atau perusahaan sendiri.
·     Organisasi Manajemen Konstruksi
berkaitan dengan manajemen proyek yang terdiri dari manajemen konstruksi dan pihak - pihak lainnya seperti Kontraktor, Konsultan Perencana dan lain - lainnya, yang mempunyai tugas mengelola proyek secara terpadu dari perencanaan proyek, desain dan pelaksanaan konstruksi. Hubungan kontrak antara pihak yang terlibat dalam tim manajemen proyek bertujuan meminimalkan hubungan timbal balik di dalam tim manajemen proyek.
·     Organisasi Turnkey
pemilik proyek memiliki keterbatasan kemampuan teknis dan biaya untuk merealisasikan suatu proyek. Untuk mengatasi masalah tersebut pemilik proyek menyerahkaan tanggungjawab desain dan pelaksanaan konstruksi (termasuk pembiayaan) pada suatu organisasi (investor / kontraktor), pengaturan seperti hal tersbut dinamakan organisasi proyek turnkey. Ide dasar pembentukan organisasi turnkey didasarkan pada organisasi terpadu (integration of organization) yang menyerahkan semua kegiatan (desain maupun pelaksanaan konstruksi) pada satu pihak. 




Tidak ada komentar:

Posting Komentar