STRUKTUR ORGANISASI PENGELOLA PROYEK
A.
Pendahuluan
Organisasi merupakan
kumpulan orang atau kelompok yang berkoordinasi pada aktivitas kerjasama untuk
mencapai suatu tujuan tertentu.
Organisasi
sebagai sarana dalam pencapaian tujuan untuk mengatur dan mengorganisasi sumber
daya, tenaga kerja, material, peralatan, dan modal.Secara efektif dan efisien
dengan menerapkan sistem manajemen sesuai kebutuhan proyek.
Organisasi proyek konstruksi merupakan sarana yang
memungkinkan orang bekerja dalam proyek konstruksi secara efektif dan
terkoordinir untuk mencapai suatu tujuan yang telah disepakati bersama dengan
memanfaatkan sumber daya semaksimal mungkin.
B.
Syarat,Fungsi
dan Kegunaan Organisasi Proyek
Ø Syarat
:
· Memiliki
visi dan misi.
· Keselarasan/kesepakatan
tujuan.
· Memiliki
struktuk jabatan.
· Memiliki
struktur pembagian tugas.
Ø Fungsi
:
· Sebagai
sarana, tempat tim bekerja.
· Pengatur
pusat tentang pekerjaan dilaksanakan.
· Pusat
pembagian pekerjaan.
· Pusat
pembagian wewenang & kerjasama.
Ø Kegunaan
:
· Memberi
gambaran pembagian tugas dan tanggungjawab kepada setiap individu.
· Menetapkan
sekelompok individu menjadi bagian organisasi yang utuh.
· Menetapkan
sistem hubungan hingga tercapai komunikasi, koordinasi dan interaksi kegiatan
organisasi.
C.
Penyusunan
Struktur Organisasi
· Berdasarkan
Produk
Perusahaan
membagi organisasinya berdasarkan jenis produk yang dihasilkan. Contoh : perusahaan
General membentuk divisi General Motor, General Food, dan General elektrik.
· Berdasarkan Lokasi
Perusahaan
membagi organisasinya berdasarkan wilayah produksi atau wilayah pemasaran.
· Berdasar Proses
Perusahaan
membagi organisasi berdasarkan proses produksi.
Contoh
: departemen pengecoran, pengelasan dan finishing.
· Berdasarkan
Pelelangan.
Perusahaan membagi organisasi berdasarkan
karakteristik pelanggan.
· Berdasarkan
Fungsi.
Perusahaan
membagi organisasi berdasarkan fungsi-fungsi yang diperlukan dalam organisasi
seperti pemasaran, produksi, keuangan dll.
D. Bentuk Struktur
Organisasi
·
Struktur
organisasi garis
adalah
suatu bentuk organisasi yang didalamnya merupakan garis wewenang yang saling
menghubungkan langsung sacara vertikal antara pimpinan dan bawahan. Pada
organisasi ini garis bersama dari kekuasaan dan tanggung jawab yang bercabang
pada setiap tingkat pimpinan mulai dari tingkat yang teratas sampai tingkat
yang terbawah. Dalam organisasi ini seseorang atau bawahan hanya bertanggung
jawab kepada satu orang atasan saja.
·
Struktur
organisasi garis & staf
adalah
memberikan perintah hanyalah pimpinan, sedang staf hanyalah sebagai pembantu
pimpinan dengan tugas perncanaan, memberikan nasihat dan lain-lain yang
serupa dengan itu. Tetapi di dalam organisasi yang besar yang mempunyai ruang
lingkup tugas yang luas, beraneka ragam dan kompleks, tidak mungkin
lagi bagi seseorang pimpinan mendeglasikan beberapa wewenangnya kepada staf
sesuai dengan bidang masing-masing. Dalam hal yang demikian staf menandatangani
keputusan, perintah, instruksi dan lain-lain atas nama pimpinan.
· Struktur
organisasi matriks
adalah
struktur organisasi yang memadukan garis wewenang vertikal dan horizontal .
Struktur matriks terjadi ketika pembentukan departemen prouk di tindihkan pada
organisasi yang membentuk departemennya dilakukan seecara fungsional.
· Organisasi Komite
adalah bentuk organisasi di mana tugas kepemimpinan
dan tugas tertentu dilaksanakan secara kolektif oleh sekelompok
pejabat, yang berupa komite atau dewan
atau board dengan pluralistic manajemen.Terdiri dari :
1. Executive Committe (Pimpinan
komite)
Yaitu para anggotanya
mempunayi wewenang ini.
2. Staff Committee
Yaitu orang-orang yang hanya mempunyai
wewenang staf.
·
Organisasi
Tradisional
Dalam
bentuk ini seorang manajer umum memiliki semua fungsi yang diperlukan untuk
memberikan produk atau jasa. Kelompok-kelompok kegiatan yang dipimpin oleh departemen
atau divisi manajemen. Setiap departemen dapat mempertahankan tingkat tinggi
keahlian teknis dan fokus.
· Organisasi
Swakelola
adalah
sekumpulan engineers yang menjalankan sistem pelaksanaan proyek tanpa membawa
badan hukum sendiri karena menggunakan badan hukum pemilik bangunan. Ini
artinya sama dengan tim swakelola adalah staf proyek dari owner bangunan. Tim
swakelola berbeda dengan kontraktor yang membawa badan hukum sendiri atau
perusahaan sendiri.
· Organisasi
Manajemen Konstruksi
berkaitan dengan
manajemen proyek yang terdiri dari manajemen konstruksi dan pihak - pihak
lainnya seperti Kontraktor, Konsultan Perencana dan lain - lainnya, yang
mempunyai tugas mengelola proyek secara terpadu dari perencanaan proyek, desain
dan pelaksanaan konstruksi. Hubungan kontrak antara pihak yang terlibat dalam
tim manajemen proyek bertujuan meminimalkan hubungan timbal balik di dalam tim
manajemen proyek.
· Organisasi
Turnkey
pemilik
proyek memiliki keterbatasan kemampuan teknis dan biaya untuk merealisasikan suatu
proyek. Untuk mengatasi masalah tersebut pemilik proyek menyerahkaan
tanggungjawab desain dan pelaksanaan konstruksi (termasuk pembiayaan) pada
suatu organisasi (investor / kontraktor), pengaturan seperti hal tersbut
dinamakan organisasi proyek turnkey. Ide dasar pembentukan organisasi turnkey
didasarkan pada organisasi terpadu (integration of organization) yang
menyerahkan semua kegiatan (desain maupun pelaksanaan konstruksi) pada satu
pihak.





Tidak ada komentar:
Posting Komentar